14 February 2008

RENUNGAN SANTAI TAPI SERIUS....!!!!


Suatu hari di Barber Shop, terjadi percakapan santai antara Tukang cukur dengan seorang bapak yang sedang di cukurnya. Sambil mencukur dia berceloteh "Setujukan Pak, bahwa Tuhan Itu Tidak Ada! Andaikan Tuhan Ada mana mungkin ada orang miskin di dunia ini, serta makin banyak pengemis di lampu merah dan gelandangan yang tidur dipinggir jalan atau gubuk-gubuk reot. Apa lagi katanya Tuhan Maha Adil, Pemurah dan Maha Tahu, masa mereka dicuekin saja dan juga tidak mungkin tidak tahu
", tambah si tukang Cukur dengan emosi.


Bapak yang sedang dicukur tanpa komentar terus mendengarkan celoteh si tukang cukur dan sesekali tersenyum bila si tukang cukur meminta pendapatnnya. Setelas selesai dan membayarnya, bapak itupun berjalan keluar. Tidak jauh dari Barber shop, ada segerombolan anak muda gondrong sedang berkumpul dan bernyanyi sambil bergitar dengan semangat berapi-api seperti layaknya seniman.

Dan tak jauh dari situ ada seorang bapak tua dengan hanya menggunakan celana dalam tanpa busa berambut gondrong dan gimbal. sedang berdiri diatas bangku sambil menagcung-acungkan tangan seolah sedang diatas mimbar. Rupanya bapak tersebut kurang waras.

Tiba--tiba bapak yang dicukur tadi berbalik arah menuju barber shop menghampiri si tukang cukur dan berkata, "Pak disini Tidak ada Tukang Cukur?". Mendengar pertanyaan tersebut, tukang cukur tertawa dan sedikit mengejek, "Lho khan tadi bapak saya yang cukur!"

"Yah memang, masa sih saya lupa", jawab bapak tadi sambil memegang tangan si tukang cukur sambil mengajak ke arah pintu sambil menunjuk gelandangan tua yang sedang berpidato dan serombongan anak muda yang sedang bernyayi. Dengan serius sang bapak berseru ke tukang cukur,"Andaikan bapak benar seorang tukang cukur, mana mungkin orang tersebut dia biarkan rambutnya gondrong?"

Dengan bangga juga si tukang cukur berseru,"salah sendiri mereka tidak menemui dan mencari saya?". Sama!! seru si bapak tersebut, "mengapa pengemis dan gelandangan yang tadi diceritakan tidak mau menemui dan mencari Tuhan?".

Lalu si tukang cukur pun diam dan terkesima menatap langkah bapak tersebut meninggalkannya.

No comments:

Post a Comment